07 Februari 2009

SENANDUNG KECIL

ah dinda
aku tahu
pasti mala mini ada bunga air yang mekar di mata kacamu
lalu perlahan kelopaknya yang berat gugur helai demi helai
jatuh dan lenyap seketika tak sempat menjadi telaga di kapas-kapas empuk mimpimu

ah dinda
aku tahu
pasti kali ini ada api gelisah yang pijar di kisi-kisi hati beningmu
lalu perlahan merayap dan menelusup dalam daging lewat celah-celah kapiler
pijar dan terus pijar
hingga kau tahu rasa lemah dan lunglai di setiap sendi dan seluruh

ah dinda
malam ini di sini gerimis telah lebat sejak pertengahan hari tadi
dan aku benar-benar terkotak di sini
aku seperti manusia di belantara sunyi
tanpa kabar tanpa mengabar
darimu untukmu

o dinda
aku gelisah segelisah hujan yang memukul atap rumahku
aku gelisah padamu
aku merindu
merindu pagi ayam bersiul dan membawa ketepianmu

dinda
aku tahu
malam ini kau dipukul tanpa kasihan oleh tangan-tangan kasar sang rindu
kau terlempar
kau menggelempar
kau tak sadar

Kebumen, Desember 2007

* Puisi ini pernah dimuat di Koran Seputar Indonesia Minggu, 17 Februari 2007, tapi belum dapat honor sampai sekarang, hee...

0 komentar:

Posting Komentar