07 Februari 2009

AKU ADALAH GELAS KACA


Adalah sebuah gelas kaca
Tersulut riak air yang mendidih beku
Retak di ujung rindunya
Dan pecah terhambur di genggaman

Ketika pula cintaku di ujung cahaya
Rasa kangen rasa rindu berkecipak
Dalam bingkai kaca hati
Tak dapat membendung laju
Ribuan voltase magis senyummu
Hatiku pun menjelma gelas kaca

Namun senyum tak selamanya sejuk
Seperti bianglala yang tersurat
Di sudut langit senja
Senyum yang kau suguhkan
Dalam nampan tipis bergincu
Hanyalah sebatas kembang saja
Di sana terbatik untaian duri
Pada guratan tangkainya
Tajam dan perih
Setajam hamburan gelas kaca
Yang jatuh menjemput lantai mengkilap
Melebihi tajamnya puing gelas hatiku
Yang terbang ke pangkuan batu

Sanggar Sastra Wedang Kendhi, Maret 2007

0 komentar:

Posting Komentar