Di sini kita berhenti sejenak
Setelah kaki-kaki kita menapak
Waktu dan jarak
Di emper toko ini kita diam
Khusuk dengan nafas tembakau
Yang kita pilin bersama letih
Setelah jiwa-jiwa banal kita
Diguyur gegap gempita masa
Tak ada nyawa yang sempurna
Apalagi jarak masih menganga
Yogyakarta, Juni 2007
09 September 2008
02 September 2008
ZIKIR POHON
Kucari tebaran lafaz-Mu
Diantara tanah dan air
Kupungu satu persatu
Degan tangkai-tangkai akar yang menggelepar
Lalu kubawa kererimbun daun
Dengan kereta kayu yang kokoh
Kurawat lafaz-Mu dengan cinta
Dan kujadikan sebagai sari
Yang menghidupkan jiwa raga
Segala seluruh
Sanggar Sastrra Wedang Kendhi, April 2007
Diantara tanah dan air
Kupungu satu persatu
Degan tangkai-tangkai akar yang menggelepar
Lalu kubawa kererimbun daun
Dengan kereta kayu yang kokoh
Kurawat lafaz-Mu dengan cinta
Dan kujadikan sebagai sari
Yang menghidupkan jiwa raga
Segala seluruh
Sanggar Sastrra Wedang Kendhi, April 2007
TARIAN API
Api
benci
Api
luka
Api
laku
Api
dusta
Api
dosa
Api menari dalam tubuhku. Meliuk tertawa mengajak berdansa dengan irama tak bernada. Dimdamdukdestamramtiktakzigdesdugzimzamlalalalaaaaa……oooooohhhhhhh. Aku terlempar aku terkapar aku lapar aku remuk aku redam aku luka aku rindu aku pilu aku malu aku haus aku air
Air
rindu
Air
embun
Air
cahaya
Air
sejuk
Air
pintu
Robb….
Air-Mu
Kurindu
Jakarta, Juli 2007
benci
Api
luka
Api
laku
Api
dusta
Api
dosa
Api menari dalam tubuhku. Meliuk tertawa mengajak berdansa dengan irama tak bernada. Dimdamdukdestamramtiktakzigdesdugzimzamlalalalaaaaa……oooooohhhhhhh. Aku terlempar aku terkapar aku lapar aku remuk aku redam aku luka aku rindu aku pilu aku malu aku haus aku air
Air
rindu
Air
embun
Air
cahaya
Air
sejuk
Air
pintu
Robb….
Air-Mu
Kurindu
Jakarta, Juli 2007
Langganan:
Postingan (Atom)
.jpg)